Mods: Musik, Fashion dan Scooter

Mungkin kata Mods masih terdengar asing di telinga kita, namun bagi pecinta Scooter, khususnya Vespa tentu tak asing lagi. Mods, merupakan kependekan dari Modernism, salah satu sub kultur yang berkembang di Inggris pada akhir 50 an hingga pertengahan 60 an.

Royal Air Force, menjadi inspirasi logo Mods © RAF.mod.uk

Logo bundar berwarna biru di bagian luar dan merah di bagian dalam yang sebetulnya merupakan logo dari angkatan udara Inggris, Royal Air Force menjadi inspirasi logo Mods. Selain itu, bendera Union Jack sering digunakan sebagai fashion items dan menjadi kebanggaan anak muda Inggris terhadap negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Pada awalnya sub kultur Mods ini identik dengan kaum kelas pekerja di Inggris, fashion dan lifestyle mereka cukup mudah untuk dikenali. Ada tiga elemen utama dari sub kultur Mods, yakni Musik, Fashion dan Scooter.

Musik

Musik yang sering terdengar pada awalnya adalah musik beraliran Jazz dan R&B, kemudian dengan berkembangnya waktu aliran musik-musik yang mereka nikmati semakin banyak seperti British Beat Music, African American Soul dan Jamaican Ska. Salah satu band yang disebut-sebut paling berpengaruh dengan sub kultur Mods ini adalah The Who. Band yang kini menyisakan dua personel yakni Pete Townshend dan Roger Daltrey, sedangkan dua lainnya telah meninggal yakni John Entwistle dan Keith Moon.

The Who, band legendaris yang berumur lebih dari 50 tahun © Rollingstones.com

Fashion

Pada awalnya, golongan kelas pekerja ini mencoba untuk memberontak dan menunjukkan bahwa mereka bisa bergaya layaknya golongan berduit. Saat itu mereka sering nongkrong di Carnaby Street, London, salah satu daerah dimana banyak toko-toko pakaian dari desainer ternama dan terkenal mahal.

Setelan Jas a la Desainer Italia

Salah satu fashion yang sedang booming saat itu adalah setelan jas fit body ala desainer Italia. Karena saking mahalnya, mereka pun mencari cara agar tetap bisa bergaya meski kantong para kelas pekerja ini pas-pasan.

Kabarnya, berkat keberhasilan mereka memiliki koneksi pedagang garmen di London, gaya setelan Italia pun semakin mudah ditemukan di jalanan London. Mereka membeli bahan kemudian membawanya ke tukang jahit dan meminta membuatkan jas ala desainer Italia, dan modal yang mereka keluarkan pun menjadi jauh lebih murah.

Jas ala desainer Italia © mensfashionmagazine.com 

Jaket Parka ala Prajurit

Selain setelan jas ala desainer Italia, sub kultur Mods identik dengan jaket panjang hingga selutut, jaket ini dinamakan Parka. Kebanyakan jaket Parka berwarna hijau army. Jaket Parka ini mulai dipakai di masa Perang Dunia ke II. Usut punya usut, alasan mereka memakai Parka selain untuk menghangatkan badan dari udara dingin, jaket Parka juga berguna untuk melindungi harta mereka, setelan jas ala desainer Italia.

Parka menjadi pelindung jas “mahal” Mods © menstylefashion.com

Sepatu Boots

Tak lengkap bila tanpa memakai sepatu Boots, kesan garang dan berwibawa akan semakin membuat para pecinta Mods tampak fashionable. Bahan yang terbuat dari kulit asli membuat sepatu ini awet dan tahan lama. Karena terbuat dari bahan pilihan, sepatu boots terkesan mahal, namun tak perlu khawatir, ShoesVaganza memiliki produk terbaiknya dengan harga yang sangat terjangkau.

Bohem Cut Black dari Duff yang dipilih dari kulit asli pilihan dan dibuat secara handmade ini sangat cocok untuk melengkapi setelan jas ala desainer Italia serta jaket Parka army look.

Bohem Cut Black, boots terbaik dari Duff koleksi ShoesVaganza

Scooter

Kendaraan jenis scooter yang sering dipakai adalah Vespa, buatan Piaggio Italia. Saat itu, Vespa memiliki saingan yakni Lambretta, namun kini Vespa tetap berkibar sejak 1946 dan saat ini mereka merayakan ulang tahunnya yang ke 70. Scooter dipilih sebagai alat transportasi mereka ketika hangout hingga larut malam, dan hanya satu alasan mereka memilih Scooter, yakni harganya yang murah.

 

Konvoi rombongan Mods di jalanan London dengan Vespa © menstylefashion.com

Kombinasi, musik, fashion dan vespa memang sangat menarik, dan fashion ini tak lekang oleh jaman, hingga saat ini sub kultur Mods masih terus berkibar hingga seluruh penjuru dunia.

 

Hendra Novianto untuk ShoesVaganza

jasa pembuatan website
Web Analytics