Men Business Casual Look, Do and Dont

Dear gentlemen, pakaian dan sepatu apa yang biasanya Anda pakai ketika bekerja? Setelan Jas, dasi, kemeja, celana formal dan sepatu fantovel bukan? Sejak dahulu, tampilan pekerja kantor cenderung formal dan ekslusif. Tetapi, saat ini banyak perusahaan yang sudah menerapkan konsep business casual. Business casual adalah konsep berpakaian a la kantoran yang lebih santai tetapi tetapi tetap formal.  Konsep ini terinspirasi dari pekerja perusahaan IT di Silicon Valley, Amerika pada tahun 1980an. Banyak perusahaan di sana didominasi oleh pria, mengedepankan hasil daripada proses dan menghabiskan lebih banyak waktu di depan komputer ketimbang dengan manusia, sehingga banyak pekerjanya yang memakai pakaian santai ke kantor. Setelah itu, konsep business casual mulai diadopsi perusahaan selain IT untuk membuat kultur kerja yang lebih santai dan lebih dinikmati oleh pekerjanya.

“This brings us perhaps to a working definition of business-casual in this non-conformist era: demonstrating creativity and enhancing your ‘personal brand’, while at the same time showing respect for your position, other people and yourself.”

-Jamie Miller-

Business casual adalah salah satu cara Anda mempresentasikan style, gaya dan posisi Anda dalam dunia kerja tanpa menanggalkan rasa hormat Anda kepada orang lain. Untuk Anda yang penasaran dengan konsep ini, ShoesVaganza akan membagikan tips dasar untuk tampilan business casual:

1. Do: Cek Jadwal Anda

Ada baiknya jika Anda mengecek jadwal kerja Anda pada hari itu, karena pakaian yang Anda kenakan ketika keluar kantor untuk bertemu klien dan di dalam kantor akan berbeda. Jika Anda memiliki jadwal keluar untuk presentasi atau sekedar hang out dengan klien, pakailah blazer, kemeja dan chinos untuk kesan formal. Tetapi, jika kegiatan anda berkutat di sekitaran kantor pada hari itu, button up shirt dan celana katun will do well.

Kiri: Cafe Mocha Mornings | Kanan: PinIMG

2. Don't: Berpakaian Terlalu Santai

“A start-up will be far less rigid than a law firm” –Sir Hardy Aimes-

Anda sebaiknya menyesuaikan gaya berpakaian Anda dengan dresscode perusahaan. Ada beberapa perusahaan yang mewajibkan karyawannya untuk berpakaian formal, seperti perusahaan perbankan dan firma hukum. Jika perusahaan tempat Anda bekerja memiliki aturan dresscode yang lebih longgar, tetap saja ada pakaian santai yang pantang Anda pakai untuk bekerja  seperti kaus dan celana denim yang longgar atau yang berdetail banyak seperti rantai atau sobekan. Jika anda ingin memakai celana denim, pilih denim yang polos dengan potongan slim fit tanpa detil lain seperti sobekan. Pastikan setiap baju atau sepatu kasual yang akan Anda pakai dalam keadaan bersih tanpa noda.

3. Do: Bermain dengan Pola, Warna dan Tekstur

Kemeja batik lengan pendek dengan potongan slim fit cocok dengan celana chinos. Jika Anda ingin memakai sweater, pilih sweater rajutan cokelat atau warna netral lainnya bisa Anda padankan dengan kemeja biru muda atau putih bersama celana katun berwarna gelap. Bermain dengan tekstur, pola dan warna membuat tampilan kasual Anda terlihat lebih smart dan menarik.

Kiri: Gentleman with Class | Kanan: Enzy Indonesian Product

4. Don’t: Sandal Jepit

Business Casual should scream business in your casual outfit. Entah itu di kantor atau ketika Anda bertemu klien kerja Anda, sandal jepit tetaplah kurang sesuai untuk dipakai dalam lingkungan kerja Anda. Sneakers atau boot kulit bisa menjadi opsi Anda untuk tampilan ini. Tetapi jika Anda ragu untuk memakai sneakers dan boots, sepatu fantovel tetap sesuai untuk Anda pakai bersama chinos atau celana katun. ShoesVaganza merekomendasikan KBP 106 dan KBP 108  dari Keeve yang berbahan kulit asli yang elegan dan awet untuk segala macam cuaca. KBP 106 dan KBP 108 dilengkapi insole 7cm untuk menambah tinggi Anda secara instan. Keeve juga memberikan garansi 3 bulan apabila kulit sepatu rusak akibat pemakaian wajar.

Sepatu Peninggi Badan KBP106

Sepatu Peninggi Badan KBP108

jasa pembuatan website
Web Analytics